Suara Cicak, Sebuah Pertanda dari Dewi Saraswati

Dalam kehidupan sehari – hari sering kali kita mendengar suara cicak ketika kita sedang melakukan sebuah pembicaraan. Berdasarkan kepercayaan dalam agama Hindu cicak merupakan simbol dari datangnya Dewi Saraswati, dewi sumber ilmu pengetahuan yang diasumsikan bahwa cicak tersebut membawa pesan dari Yang Maha Kuasa.

Selain itu, setiap umat Hindu merayakan Hari Raya Saraswati, dan dalam banten-nya selalu ada jajan berwujud cecek atau seekor cecak. Bila ditanya mengapa dibuat jajan dengan bentuk seperti itu, jawaban yang kita peroleh, karena lambang ilmu pengetahuan Sang Hyang Aji Saraswati adalah cecak. Cecak adalah binatang yang bijak, sakti, dan magis. Buktinya?

Sajen untuk memuja Dewi Saraswati, dewi ilmu pengetahuan. Sajen ini disebut sebagai Jajan Saraswati, yang bentuknya bukan Dewi cantik, tetapi cicak. Sajen ini terbuat dari tepung beras dan terdapat lukisan dua ekor cicak. Mata cicak dibuat dari beras hitam dan di sebelahnya ada telur cicak. Sajen ini menyiratkan filosofi bahwa manusia sekiranya tidak hanya mengembangkan kemampuan logika saja, tapi harus mampu meningkatkan daya kepekaan intuisi agar mampu menangkap getaran-getaran spiritual.

Serta Para leluhur kita ingin mengingatkan bahwa cecak itu hanya bisa bersuara di dalam keheningan. Tak mungkin cecak bersuara dalam keadaan hiruk pikuk. Karena itu orang yang berilmu atau sedang menuntut ilmu, haruslah dengan jiwa yang hening bahkan semangatnya pun juga hening. Dengan keheningan itu ilmu pengetahuan bisa kita serap.

Karena itu jika orang bali sedang membicarakan hal serius dan terdengar suara cicak maka ia langsung berkata “Tedun Saraswati” pertanda apa yang dikatakannya itu dibenarkan oleh Dewi Saraswati, begitu juga bila melakukan samadhi atau sembahyang dalam keheningan lalu terdengar suara cicak, maka “permohonan” kita atau tujuan persembahyangan kita mendapatkan anugerah atau terkabul.

Mari kita memuja Dewi Saraswati pada hari ini. Om Saraswati namastu bhayam, warade kama rupini, sidharambhamkari syami, siddhir bhawantu me sada. Artinya: Ya Tuhan dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pemberi berkah, terwujud dalam bentuk yang sangat didambakan, semogalah segala kegiatan yang hamba lakukan selalu mendapat anugerah-Mu.

Sumber

https://phdi.or.id/artikel/simbol-hewan-pada-dewi-saraswati
https://www.lascarya.com/2016/12/cicak-sebagai-salah-satu-simbol.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *