Apakah “Melik” Hanya untuk Seseorang yang Bisa Melihat Roh Halus?

Melik adalah suatu anugrah pada saat kelahiran anak yang teramat besar dari Ida Sanghyang Widhi, namun ada beberapa macam melik yang tersirat dalam beberapa lontar baik itu Lontar Purwa Gama dan Lontar Kala Tattwa serta Lontar Siwa Gama, yaitu :

• kalau anak yang melik masih kecil sering mengalami kebingungan.
• kalau anak yang melik sudah besar pasti mereka merasakan adanya suatu keanehan – keanehan.

Ciri-ciri Anak Melik

Kelahiran “melik” terlihat dari tanda-tanda di tubuhnya, antara lain :
1. Ketika lahir, badannya dililit tali plasenta beberapa kali putaran. Kelahiran seperti ini sangat jarang terjadi, dan kalau ada, kebanyakan mati beberapa saat sebelum keluar dari rahim ibunya.
2. Ketika tumbuh berumur +/- 2 tahun, rambut di kepalanya kusut (sempuut). Walau digundul, tumbuhnya sempuut lagi.
3. Kepalanya mempunyai pusaran (usehan) sejumlah 3 atau lebih
4. Lidahnya poleng (ada warna hitam/coklat)
5. Ada tahi lalat besar (maaf) di kemaluannya

Macam-macam Melik :

1. Melik Adnyana : orang ini akan bisa merasakan atau bisa melihat Roh halus, dan bahkan bisa berkomunikasi dengannya. Orang yang Melik Adnyana biasanya diawali dengan mimpi-mimpi ke Pura, bertemu orang berpakaian putih, bertemu Petapakan Bhatara (Rangda atau Barong). Orang Melik Adnyana biasanya menjadi Balian atau Mangku.

2. Melik Ceciren : orang ini ada tanda dalam tubuhnya, terkadang terlihat di dunia niskala atau sekala. Tanda itu berupa salah satu senjata Dewata Nawa Sanga, tahilalat pada (maaf) kelamin, sujénan di bokong, rambut putih beberapa helai dan tak bisa hilang, tangan jari lebih dan masih banyak lagi.

3. Melik Kelahiran : melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri, diantaranya orang yang lahir pada:
• orang yang lahir di Wuku Wayang
• anak tunggal (tak bersaudara)
• tiba sampir (anak yang lahir berkalungkan tali pusar)
• tiba angker (anak yang lahir berbelit tali pusat atau tidak menangis)
• orang yang Lintangan Bade (lahir Kamis Pon atau Wuku Watugunung)
• orang yang Lintangan Bubu Bolong (lahir Jumat Paing)
• orang yang lahir saat Tumpek, Tumpek Landep, Tumpek Kandang, dan lain sebagainya.

Semakin cepat seseorang mengetahui dirinya memelik maka semakin bagus sehingga akan segera dibuatkan upacara penebusan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk dari memelik. Jika tidak mendapat banten penebusan maka biasanya orang yang memelik sesuai dengan kelahirannya ada yang diambil pada saat baru bisa berjalan, ketika baru menikah dalam upacara pawiwahan, dan ada juga pada saat baru mempunyai anak. Dengan pebayuhan melik akan dinetralisir kekurangan yang ada dalam dirinya (menghilangkan apes pengaruh melik). Supaya semua kekuatan bersinergi, agar dapat keseimbangan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit.

sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *