Perjalanan Sang Atma atau Roh Setelah Hari Kematian

Diawali dariĀ proses kematian, dimana sang atman / roh akan meninggalkan badan sarira kosha yang sifatnya sementara dan tidak abadi di dunia ini.

“Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang seperti gurun pasir yang disebut tegal penangsaran, ada diceritakan akan menemui sebuah aula luas yang disebut bale pengangen angen yang keadaannya cukup mirip dengan alam manusia sebagai tempat transit atau tempat tinggal sementara yang sejatinya merupakan bagian dari alam yama loka untuk mengadili sang roh sesuai dengan karma wasana yang telah dilakukan semasa hidupnya.”

Jika ke surga, mereka para roh tersebut akan bertemu dengan tempat yang dinamakan Banjaran Kembang, dipenuhi harumnya bunga warna warni untuk menuju swah loka dengan kebahagiaan dan kedamaian abadi. Namun jika tidak, mereka akan mencium bau yang sangat busuk untuk menuju alam neraka atau bhur loka yang dihuni oleh para ashura atau mahluk-mahluk bawah (bhuta kala).

Dan adanya sang atma yang masih diliputi oleh keinginan dan kemauan yang berhubungan dengan keduniawian untuk melakukan punarbawa atau reinkarnasi kembali disebutkan sesungguhnya lahir di dunia ini sebagai manusia merupakan kelahiran yang sangat mulia dan indah. Karena ia dapat menolong dirinya agar nantinya dapat mencapai moksa, kebahagiaan abadi sebagai tujuan hidup di dunia ini dan akhirat kelak.

Tujuan setelah hidup, tidak hanya terpaku pada surga dan neraka, bukanlah untuk menghukum atau membalas jiwa, tetapi untuk mengingatkan mereka tentang tujuan sebenarnya dari kelahiran mereka. Karena atma adalah abadi, murni dan tidak terpengaruh oleh rasa sakit dan penderitaan. Atma yang pergi ke surga, akan menikmati kesenangan dari surga dan pada akhirnya menyadari bahwa mencari kesenangan surgawi bukanlah tujuan akhir. Atma yang jatuh ke dalam neraka mendapat rasa kesengsaraan sehingga atma menyadari bahwa ketika kita melakukan kejahatan maka penderitaan yang didapatkan. Jadi dalam kedua kasus itu, tujuan surga dan neraka adalah untuk menanamkan sikap kebijaksanaan pada atma-atma Untuk kembali menyatu dengan paramaatma.

sumber : http://sejarahharirayahindu.blogspot.com/2018/07/perjalanan-sang-atma-atau-roh-setelah.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *